5.1 Prinsip Operasi Termokopel

Pada tahun 1821, seorang fisikawan Estonia bernama Thomas Johann Seebeck menemukan bahwa sebuah konduktor (semacam logam) yang diberi perbedaan panas secara gradien akan menghasilkan tegangan listrik. Hal ini disebut sebagai efek termoelektrik. Untuk mengukur perubahan panas ini gabungan dua macam konduktor sekaligus sering dipakai pada ujung benda panas yang diukur. Konduktor tambahan ini kemudian akan mengalami gradiasi suhu, dan mengalami perubahan tegangan secara berkebalikan dengan perbedaan temperatur benda. Menggunakan logam yang berbeda untuk melengkapi sirkuit akan menghasilkan tegangan yang berbeda, meninggalkan perbedaan kecil tegangan memungkinkan kita melakukan pengukuran, yang bertambah sesuai temperatur. Perbedaan ini umumnya berkisar antara 1 hingga 70 microvolt tiap derajat celcius untuk kisaran yang dihasilkan kombinasi logam modern. Beberapa kombinasi menjadi populer sebagai standar industri, dilihat dari biaya, ketersediaanya, kemudahan, titik lebur, kemampuan kimia, stabilitas, dan hasil. Sangat penting diingat bahwa termokopel mengukur perbedaan temperatur di antara dua titik, bukan temperatur

absolut. Kenaikan suhu pada hot junction menimbulkan pergerakan elektron dari logam yang memiliki elektron yang lebih tinggi ke logam yang elektronnya lebih renda. Disini terjadi gaya gerak listrik yang akan dideteksi oleh multimeter sebagai beda potensial.

Prinsip kerja dari termokopel adalah, adanya perbedaan panas secara gradien akan menghasilkantegangan listrik, hal ini disebut sebagai efek termoelektrik. Untuk mengukur perubahan panas inigabungan dua macam konduktor sekaligus sering dipakai pada ujung benda panas yang diukur.Konduktor tambahan ini kemudian akan mengalami gradiasi suhu, dan mengalami perubahantegangan secara berkebalikan dengan perbedaan temperatur benda. Menggunakan logam yangberbeda untuk melengkapi sirkuit akan menghasilkan tegangan yang berbeda, meninggalkanperbedaan kecil tegangan memungkinkan kita melakukan pengukuran, yang bertambah sesuaitemperatur. Perbedaan ini umumnya berkisar antara 1 hingga 70 microvolt tiap derajad celciusuntuk kisaran yang dihasilkan kombinasi logam modern. Beberapa kombinasi menjadi populersebagai standar industri, dilihat dari biaya, ketersediaanya, kemudahan, titik lebur, kemampuankimia, stabilitas, dan hasil. Sangat penting diingat bahwa termokopel mengukur perbedaan temperatur di antara 2 titik,Termokopel bekerja berdasarkan pembangkitan tenaga listrik pada titik sambung duabuah logam yang tidak sama (titik panas/titk ukur). Ujung lain dari logam tersebut sering disebut titik referensi (titik dingin) dimana temperaturnya konstan, termokopel digunakan untuk mengukur temperatur berdasarkan perubahan temperatur menjadi sinyal listrik. Bila antara titik referensi dan titik ukur terdapat perbedaan temperature .