Image

Tipe-Tipe Termokopel Tersedia beberapa jenis termokopel menurut range pengukuran suhunya yaitu :

a. Tipe K Termokopel tipe K menggunakan dua logam Chromel (Ni-Cr alloy) – Alumel (Ni-Al alloy) yang digunakan untuk mengukur range suhu −200 °C hingga 1372 °C.

b. Tipe E Termokopel tipe E menggunakan dua logam (Chromel / Constantan (Cu-Ni alloy) yang digunakan untuk mengukur range suhu -200°C hingga 1000 °C.

c. Tipe J Termokopel tipe E menggunakan dua logam (Iron – Constantan) yang digunakan untuk mengukur range suhu -200°C hingga 1200 °C.

d. Tipe N Termokopel tipe E menggunakan dua logam Nicrosil (Ni-Cr-Si alloy) – Nisil (Ni-Si alloy) yang digunakan untuk mengukur range suhu -200°C hingga 1300 °C.

f. Termokopel tipe B, R, dan S adalah termokopel logam mulia yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Mereka adalah termokopel yang paling stabil, tetapi karena sensitifitasnya rendah (sekitar 10 µV/°C) mereka biasanya hanya digunakan untuk mengukur temperatur tinggi (>300 °C).

Type B Termokopel tipe B menggunakan dua logam (Platinum-Rhodium/Pt-Rh) yang digunakan untuk mengukur range suhu 100°C hingga 1820 °C.

Type R Termokopel tipe R menggunakan dua logam (Platinum /Platinum with 7% Rhodium) yang digunakan untuk mengukur range suhu -50°C hingga 1768 °C.

Type S Termokopel tipe S menggunakan dua logam (Platinum /Platinum with 10% Rhodium) yang digunakan untuk mengukur range suhu -50°C hingga 1768 °C.

g. Type T Termokopel tipe T menggunakan dua logam (Copper / Constantan) yang digunakan untuk mengukur range suhu -200°C hingga 400 °C